Minggu, 30 November 2014

Bahwa ketika nanti kita memiliki anak laki-laki
Kita punya kewajiban merapikan rambut
Setiap kali rambutnya mulai memanjang

Bahwa ketika nanti kita memiliki anak perempuan
kita punya kewajiban mengajarinya menyisir rambut
Setiap kali rambutnya mulai memanjang
Oh ya
hampir lupa
kita juga memberitahu kewajibannya mengenakan penutup kepala

Sabtu, 29 November 2014

Ada saatnya aku melihat seorang ayah menemani anaknya bersepeda
disore hari,
Saat senja sedang  hangat-hangatnya
Sehangat senda-tawa ayah dan anak itu
Bahwa nanti kamupun mesti menjadi ayah yang hangat bagi anak-anakmu
Add caption

Saat nanti,
Saat aku harus melewati hari-hari yang begitu biasa
Biasa sekali, seperti yang aku rasakan saat ini
Saat kebersamaan kita menjadi hal yang biasa
Membuatkanmu susu hangat dipagi hari,
Menyiapkan baju kerja,
Mencium punggung tanganmu,
Mencucikan baju kotormu,
Mendengarkan keluhmu,
Membuatkan menu masakan,
Dan berbagai kebiasaan lainnya,
Yang bisa aku bayangkan sangat biasa ,
Semuanya itu menjadi luar biasa,
Bisa jadi luar biasanya,
Karena aku niatkan untuk ketaatanku pada-Nya
Sang pencipta
Ada semacam khawatir saat nanti anak-anak kita beranjak dewasa,
Saat dimana mereka mengenal cinta,
Semacam ketakutan ketika ternyata kita belum bisa menempatkan mereka
pada suatu tempat dimana mereka tumbuh
tempat dimana mereka menancapkan akar iman secara kuat
Waktu dimana kita mesti menyiraminya dengan tekun
Sehingga saat tiba masanya mereka mengenal cinta
Mereka, anak-anak yaang kita besarkan
Tidak lagi membuat kita khawatir, karena prinsip yang kita tanam :)
Terkadang kita memang lebih menikmati hidup seperti pentas drama diatas pangggung atau layar kaca, ada episode dimana kita bersedih... lalu berharap semua kisah berakhir bahagia .hha, miris, dramatis, melankolis

Minggu, 09 November 2014

Membersihkan Hati

Adalah benar perkataan Rasul " ....Ada yang terasa namun tak perlu diungkap, Prasangka ". Prasangka terkadang muncul karena hati sedang dalam kondisi labil atau emosi. Padahal emosi atau amarah mudah dikendalikan oleh setan. Kalau prasangka diungkapkan, maka hal- hal yang tidak perlu dibicarakan bisa terjadi. Ujung- ujungnya pasti membicarakan keburukan orang lain.Padahal Allah ibaratkan orang yang membicarakan aib saudaranya, sama seperti memakan bangkainya.

Prasangka juga Allah tegaskan sebagai dosa, meski tidak semuanya, namun Allah sebutkan sebagian besar.Prasangka yang terlanjur terucap pasti akan menimbulkan penyesalan. Nyata-nyatanya itu hanya prasangka kita. Mungkin jika dipikiran kita atau hati kita terlintas prasangka, ada baiknya kita diam dan menahan diri. Menjaga perasaan saudara kita juga penting bukan?!

Kita perlu berkaca juga jika melihat keburukan yang dilakukan orang lain, apakah kita masih melakukan keburukan yang sama, atau bahkan kita lebih buruk dari saudara kita. Bisa jadi kita lebih baik dimata orang, tapi tidak lebih baik dimata Allah Ta'ala. Wallahu a'lam.

#Nasehat untuk saya