- Penghormatan terhadap guru dan sekolah. Orang tua menganggap guru adalah orang tua kedua dan sekolah adalah rumah kedua. Sekolah bukan tempat yang menyeramkan, penyebab tekanan batin, dan ketegangan. Dengan seluruh daya dan upaya, para guru berusaha memahami kondisi intelektual dan emosi siswa, bahkan sampai hal-hal kecil.
- Mengajar adalah pekerjaan rumit.Apabila guru mengalami kesulitan mengajar kepada seorang siswa, orang tua mereka akan membantu semaksimal mungkin.
- Guru itu pahlawan. Orang tua menganggap guru adalah pahlawan kesuksesan anak mereka. Pemandangan yang sering terlihat, banyak siswa menghias dan memajang foto guru dikamarnya, bahkan dengan diberi tambahan kalimat, " You are my inspiration." Tidak ada lagi guru killer.
- Mementingkan proses. Setiap usaha anak selalu mendapat apresiasi dari orang tua, apapun hasilnya. Jika ada anak yang mendapat nilai kognitif rendah, maka orang tua akan memberikan dorongan semngat.
- Kritik santun dan bekerja sama. Orang tua menyampaikan kritik terhadap sekolah dengan cara yang santun sebab memahami bahwa pekerjaan mengajar bukanlah pekerjaan yang ringan. Guru senang menerima kritik sebab menjadi saran yang sangat membantunya menyelesaikan masalah belajar.
- Kognitif bukan utama. Kemampuan emosional dan problem solving dibutuhkan setiap sekolah dan bekerja. Rapor dan ijazah dalam dunia kerja hanya dipakai sebagai formalitas, sumber daya manusia dihargai kompetensi psikomotorik dan afektifnya, sedangkan kemampuan kognitif diserahkan kepada sebuah alat hitung dan analisis, yang bernama komputer
Rabu, 22 Oktober 2014
Paradigma Orang Tua di Finlandia Terhadap Guru
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar